Malang Menyala
merupakan perpanjangan tangan dari Indonesia Menyala yang diinisiasi oleh Gerakan
Indonesia Mengajar yang bergerak pada program perpustakaan. Filosofi di balik nama ini, menurut Bapak Anies
Baswedan adalah anak-anak desa yang menyala akal budinya karena membaca buku
yang baik bersama Pengajar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang
menyalakan Indonesia. Indonesia menjadi menyala, tidak hanya karena sumber daya
alamnya tetapi karena sumber daya manusianya yang menyala.
Kami
tidak sekedar menggalang buku tetapi menggalang orang. Mari bergabung, bahu-membahu
mengembangkan perpustakaan di sekolah dan desa-desa Pengajar Muda bertugas.
Mari bersama membuat Indonesia lebih menyala melalui buku-buku berguna. Melalui
Indonesia Menyala, mari menjadi “Penyala”
Relawan
Malang Menyala disebut Penyala Malang, adalah komunitas penyala
di wilayah Malang dan sekitarnya yang mendukung gerakan ini. Di sini, relawan
atau donatur diajak untuk tidak hanya menyumbang buku sekali saja, namun
dilakukan secara kontinyu, serta memberikan ide dan kontribusi lain. Distribusi
hasil sumbangan tidak hanya akan diberikan untuk program perpustakaan di
wilayah penempatan Pengajar Muda saja, namun juga didistribusikan kepada
sekolah-sekolah maupun daerah-daerah yang membutuhkan di wilayah Malang dan
sekitarnya.
Cukup
banyak kegiatan pengumpulan buku maupun penggalangan dana yang ditujukan untuk
bidang pendidikan, dalam hal ini perpustakaan, baik itu dilakukan secara
perorangan atau oleh komunitas tertentu/LSM. Namun sayangnya kegiatan donasi
ini kurang memperhatikan kebutuhan bahan bacaan yang sesuai, cakupannya kecil
atau tidak merata, juga dalam pelaksanaannya kurang terpantau dan tidak ada
keberlanjutan. Maka Malang Menyala
bertujuan untuk menjembatani kesenjangan ini, sehingga ada kesinergisan dalam
pengumpulan donasi dan pemerataan dalam distribusi bantuan. Malang Menyala juga turut memantau
perkembangan/efek donasi yang diberikan dengan adanya feedback baik dari donatur
maupun pihak penerima sehingga gerakan ini dapat berjalan secara kontinyu.
Bentuk
kegiatan utama Penyala Malang yaitu:
Penyala Hulu
Kegiatan
di hulu yang utama adalah pengumpulan buku dan donasi. Pengumpulan buku
dilakukan setiap saat dan tidak ada batas waktu. Dalam kegiatan pengumpulan ini juga dilakukan
pendataan pada setiap buku yang masuk untuk memudahkan mengklasifikasi jenis
dan jumlah, serta proses pendistribusian selanjutnya.
Donasi
buku yang dapat diberikan adalah buku baru maupun lama yang masih layak pakai.
Jenis bukunya diutamakan buku/materi yang mendidik :
- Komik (non serial cantik dan non dewasa)
- Komik edukasi
- Novel anak
- Buku pelajaran SD-SMA (diutamakan kurikulum terbaru)
- Buku keagamaan
- Majalah
- Buku cerita/dongeng anak (termasuk di dalamnya cerita rakyat, buku cerita bergambar, dll)
- Buku pengetahuan (ensiklopedi, buku asal-usul/penemuan terbaru, RPUL, NatGeo dll).
- Atlas dan peta
- Mainan edukasi
- Video dokumenter pengetahuan
- dan lain-lain.
Penyala Hilir
Kegiatan
di hilir yang utama adalah pendistribusian. Pendistribusian dimulai dengan
mencari lokasi yang membutuhkan bantuan buku-buku. Pendistribusian buku
dilakukan minimal 3 bulan sekali ke daerah penugasan Pengajar Muda Indonesia
Mengajar dan berbagai wilayah yang membutuhkan di Malang dan sekitarnya. Selain pendistribusian yang dilakukan adalah
pendataan buku yang telah didistribusikan untuk memudahkan Penyala Malang memonitor pemerataan pendistribusian dan memang
sudah sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.
Sahabat Pena
Dasar
kegiatan ini adalah Jejaring Anak Indonesia bentukan Indonesia Mengajar, yaitu sebuah
gerakan bersama yang bertujuan untuk menghubungkan tiap anak di Indonesia dalam
jalinan persahabatan. JAI dimulai dari kegiatan sahabat pena yang dimotori oleh
komunitas pendidikan dan Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Kegiatan tersebut mampu menghubungkan
anak-anak di berbagai penjuru Indonesia dan saling berbagi cerita semangat
masing-masing. Dengan begitu, maka anak-anak Indonesia mendapat motivasi dan
inspirasi untuk selalu maju dan optimis mencapai cita-citanya.
Penyala Malang
yang tergabung dalam kegiatan Sahabat Pena ini terbagi menjadi 2, yaitu:
- Dari saya untuk mereka, adalah Penyala Malang sebagai subyek yang berkirim surat, menjadi sahabat pena bagi anak-anak di berbagai penjuru Indonesia.
- Fasilitator JAI, adalah Penyala Malang yang mendampingi kegiatan berkirim surat dari anak-anak sekolah di wilayah Malang kepada anak-anak di wilayah penempatan Pengajar Muda.
Keanggotaan
dalam Penyala Malang bersifat sukarela.
Ingin bergabung dengan komunitas Penyala Malang ini? Anda dapat
bergabung sebagai Cempluk, Penyala
Tetap, dan Sahabat Penyala.
Cempluk
Penamaan
cempluk berasal dari sebutan lampu
tradisional yang menggunakan bahan bakar minyak tanah. Penyala Malang yang disebut Cempluk adalah yang masuk dalam
kepengurusan, intens dalam kegiatan-kegiatan Penyala Malang, serta menjalankan hak-hak dan kewajibannya untuk mengelola kegiatan sesuai
aturan yang disepakati bersama dalam kepengurusan Malang Menyala.
Penyala Tetap
Adalah
Penyala yang intens, masuk dalam keanggotaan dan terdaftar dalam komunitas sebagai
Penyala Tetap. Penyala Tetap berhak menghadiri gathering, berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilakukan
oleh Malang Menyala.
Sahabat Penyala
Adalah
orang-orang yang memberikan bantuan/donasi
baik berupa buku, dana, atau yang lainnya untuk kelangsungan program Malang Menyala. Sifatnya lepas dan
tidak terikat.
Mari bergabung dengan menjadi
Penyala, klik pendaftaran di sini
DARI MALANG MENYALAKAN
INDONESIA!!!
Wouw... "Malang Menyala", kedengarannya keren. Saya sebenarnya mau ikut menyumbang, tetapi saya tidak punya buku yang sudah tidak saya pakai. Maaf. Tetapi, saya berdoa semoga banyak yang lain2 punya. Amin.
BalasHapushallo...gag harus "punya buku" lho kalo ingin berkontribusi... donasi bisa berupa tenaga/waktu/ide/uang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus